Wednesday, May 23, 2012

The 2012 Top Indonesian Universities (Universitas Terbaik di Indonesia Tahun 2012)

Menurut QS Top Universities, maka peringkatnya:

  1. University of Indonesia (score 67.80, peringkat ke-50 di Asia)
  2. Universitas Gadjah Mada  (score 54.50, peringkat ke-80 di Asia)
  3. Airlangga University   (score 52.10, peringkat ke-86 di Asia)
  4. Bandung Institute of Technology (ITB),  (score 47.80, peringkat ke-98 di Asia)
  5. Padjadjaran University,  (score 41.10, peringkat ke-128 di Asia)
  6. Bogor Agricultural University (IPB),  (score 40.14, peringkat ke-134 di Asia)
  7. Diponegoro University,  (score 35.20, peringkat ke-152 di Asia)
  8. Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS),  (score 30.30, peringkat ke-190 di Asia)
  9. Pelita Harapan University, (score 24.70,  peringkat ke-201+ di Asia)
  10. Brawijaya University,  (score 24.50, peringkat ke-201+ di Asia)
Menurut 4ICU, maka peringkatnya:
  1. Bandung Institute of Technology (ITB),  peringkat ke-16 di Asia
  2. University of Indonesia,  peringkat ke-28 di Asia
  3. Gadjah Mada University,  peringkat ke-45 di Asia
  4. Gunadarma University, NA
  5. Indonesia University of Education (UPI),  NA
  6. Diponegoro University,  NA
  7. Universitas Sebelas Maret,  NA
  8. Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS),  NA
  9. Airlangga University,  NA
  10. Bogor Agricultural  Institute (IPB), NA

Sunday, May 13, 2012

Anti Mall Tour Part 3: Chinatown Tour – Glodok Pecinan, Jakarta

What’s up guys?? Well, kali ini Domci alias Domski sebagai Penulis akan menceritakan perjalanan anti mall tour kita, yaitu suatu program yang didesain khusus buat anak-anak alias barudak kalo orang Bandung bilang ato arek-arek kalo orang Suroboyo yang sedangJamila. Apaan tuh “Jamila”? ingat ya, Jamila bukan Jameela (emang Mulan, wkwkkw). So, sejak beberapa minggu yang lalu Domci udah cerita tentang tekad kita menikmati Jakarta dengan cara kita sendiri yang unik dengan mengusung konsep anti mall tour alias jalan-jalan yang bukan ke mall. Target dari konsep ini adalah menghilangkan stigma orang-orang Indonesia yaitu kalo jalan-jalan di Jakarta kudu ke mall. Dan kita sukses dalam 2 perjalanan terakhir, dan ini pula yang menjadi alasan untuk tetap melanjutkan di di Part 3.

Dari Sosialita menjadi Jamila @ Kantin BSM Thamrin
Oh ya, Domci lupa menjelaskan arti Jamila tadi ye. Baiklah, Jamila adalah singkatan dari “Jatuh Miskin Lagi”, ingat Jamila bukan Jameela apalagi Jamidong. Kok bisa? Jadi gaji kita kan sekitar 15an gitu, maksudnya tanggal 15an udah mulai sekarat alias jatuh miskin lagi. Nah, kebetulan bentar lagi tanggal 15 dan kita sudah siap2 dengan fenomena jamila. Hehehe. So, kali ini kita putuskan menjelajahi Pecinan. Ingat, "Pecinan", bukan Pecinaan apalagi pecintaan, yang terletak di kota Jakarta. Hmm, ada yang lupa. Kali ini kita berangkat sebanyak 7 orang, ada Mbok Des si Cameroon Diaz, Ummi STC (Si Terlalu Cacat) yang adalah ketua perkumpulan cacat, Mbak Rika Putri Gresik, Harto si Manusia Jangkung, Penulis sendiri yang adalah paling ganteng dan paling baik, yang semuanya member tetap dari tour ini serta bagian dari perkumpulan Jamila sejagad, dan ada 2 tamu istimewa, Mas Seto temen SMA si Ummi STC, dan Mas Anjas yang sepanjang perjalanan di godain terus sama kita2. Hehehe….

Thursday, May 03, 2012

Sosialita: Canteen Explorer!!

Hello guys, kalo makan siang biasanya dimana? Paling juga di kantin kantor kan, yah sejauh-jauhnya kira radius 250 meter lah, Kenapa coba?
Tim Canteen Explorer di Grand Indonesia
Pertama, kalo punya mobil, pasti males ke tempat parkir. Kalo kantornya tempat parkirnya di basement, rempong cyn... Kalo parkirnya di lapangan parkir, panas cyn.. Jadi mending ke kantin, deket, gak repot dan gak panas.
Kedua, kalo dah nekat juga ngeluarin mobil, di jalanan suka macet! Remember, Jakarta is an unpredictable city! Kadang-kadang lancar, but sometimes the traffic is so heavy! Belum lagi cari parkiran susah, terus bayar uang parkir. Jauh lebih rempong cyn...
Ketiga, kalo naek angkutan umum atau taxi juga bukan pilihan bagus. Bayangkan naik bajaj buat nyari kantin, udah keringetan, rambut acak2an, terus kaki gemeteran. Apalagi kalo naek Kopaja atau Metromini. Hello, itu mau makan atau mau pulang ke kosan. Naek busway? Lama cuy nunggunya, keburu jam makan siang dah abis. Naek taxi? Kalo rame2 sih enak, kalo sendiri atau berdua, berat di ongkos!!