Thursday, May 03, 2012

Sosialita: Canteen Explorer!!

Hello guys, kalo makan siang biasanya dimana? Paling juga di kantin kantor kan, yah sejauh-jauhnya kira radius 250 meter lah, Kenapa coba?
Tim Canteen Explorer di Grand Indonesia
Pertama, kalo punya mobil, pasti males ke tempat parkir. Kalo kantornya tempat parkirnya di basement, rempong cyn... Kalo parkirnya di lapangan parkir, panas cyn.. Jadi mending ke kantin, deket, gak repot dan gak panas.
Kedua, kalo dah nekat juga ngeluarin mobil, di jalanan suka macet! Remember, Jakarta is an unpredictable city! Kadang-kadang lancar, but sometimes the traffic is so heavy! Belum lagi cari parkiran susah, terus bayar uang parkir. Jauh lebih rempong cyn...
Ketiga, kalo naek angkutan umum atau taxi juga bukan pilihan bagus. Bayangkan naik bajaj buat nyari kantin, udah keringetan, rambut acak2an, terus kaki gemeteran. Apalagi kalo naek Kopaja atau Metromini. Hello, itu mau makan atau mau pulang ke kosan. Naek busway? Lama cuy nunggunya, keburu jam makan siang dah abis. Naek taxi? Kalo rame2 sih enak, kalo sendiri atau berdua, berat di ongkos!!

Monday, April 30, 2012

Anti Mall Tour Part 2: Kampung Budaya Betawi di Setu Babakan

Sesuai janji Penulis, kali ini Penulis akan melanjutkan tentang bagaimana menikmati Jakarta dengan cara yang unik, murah dan menyenangkan. Kami menyebutnya Anti Mall Tour Movement!! Wuidih, mantap gile, kaya pergerakan ape aje (kata orang Betawi). Dan kebetulan sekali, kali ini, Penulis dan rombongan akan mengunjungi Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kali ini rombongan kita berkurang satu, yaitu si Nenek Garing (ex Nenek Rambut Palsu), hihihi..

How to get there?
Pertanyaan wajib buat pembaca! Bagaimana cara mencapai kesana?? Ada beberapa alternatif:
Bus
Dari Terminal Blok M (pasti tahu kan menuju Blok M), naik Kopaja S616 bayar ongkos Rp 2000, berhenti di pintu gerbang Setu Babakan, langsung masuk aja cuy (free entrance)..
KRL
Dari Gambir (atau stasiun yang dilewati KRL Jurusan Jakarta Kota-Bogor diantaranya Juanda, Gondangdia, Cikini, Manggarai, Kalibata, Pasar Minggu, Lenteng Agung), naik KRL bayar ongkos Rp 6000, berhenti di Stasiun Tanjung Barat, lalu nyambung dengan Kopaja S616, bayar ongkos Rp 2000 (ini lebih direkomendasikan karena lebih cepat), berhenti tepat di depan gerbang Setu Babakan.

Thursday, April 26, 2012

10 Perusahaan Indonesia yang Masuk 2000 Korporasi Global


Sepuluh perusahaan di tanah Air menembus jajaran 2.000 perusahaan tercatat di bursa terbesar di dunia versi majalah Forbes, Global 2000. Sepuluh perusahaan itu terdiri atas enam badan usaha milik negara (BUMN) dan empat swasta. Perushaaan perbankan mendominasi dengan lima perusahaan.

Pemilihan kategori terbesar tersebut didasarkan pada aset, laba bersih hingga kapitalisasi pasar. Dalam laporan terbaru Global 2000 yang dirilis Forbes, Kamis (19/4) ini, pada 2011 pendapatan 2.000 perusahaan global itu mencapai US$ 36 triliun atau naik 12 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan dari sisi laba mencapai US$2,64 triliun (naik 11 persen) dan aset US$ 49 triliun naik 8 persen. “Total perusahaan tersebut terdiri dari 83 juta orang di seluruh dunia,” tulis Forbes.

Secara global, Exxon menempati urutan pertama sekaligus memperoleh predikat paling menguntungkan. Dengan laba tahunan pada 2011 mencapai US$ 41,1 miliar, Exxon menggeser JP Morgan Chase yang menempati urutan teratas tahun sebelumnya dengan laba US$ 19 miliar.

Di urutan ketiga hingga kesepuluh, berturut-turut adalah General Electric,Royal Dutch Shell, ICBC, HSBC Holding, PetroChina, Berkshire Hathaway, Wells Fargo,dan Petrobras.

Berikut adalah 10 perusahaan Indonesia tersebut.

Tuesday, April 24, 2012

Anti Mall Tour Part 1: Mencari Pesugihan demi Jodoh di Kota Bogor

What? Pesugihan? Hello..... ini abad ke-21 bung? Hari gene masih nyari pesugihan...
Begitulah kira-kira respon pembaca membaca judul tulisan kali ini (mungkin kali ye, hehehe).
Tapi bukan itu yang dikerjakan oleh kelompok Bimbingan Profesi Sarjana Legal Pertamina Tahun 2011 Lokasi OJT Jakarta pada Sabtu, 21 April 2012 yang lalu. Memang sih kita berangkat ke Kebun Raya Bogor (Bogor Botanical Garden) yang terletak di tengah kota Bogor, mencari pohon-pohon besar sambil mengucap: "jodoh..jodoh..ketemu jodoh..". Hahaha, kelompok desperado yang lagi galau sama jodoh (bagi pembaca yang tertarik, silahkan hubungi Penulis untuk arrange Blind date ya). Wkwkwkw, cacat....

Pose di depan Stasiun Bogor

Perjalanan kami awali dengan keterlambatan sekitar 1 jam dari rencana. Siapa lagi penyebabnya kalau bukan ketua perkumpulan cacat alias Ummi STC (Si Terlalu Cacat). Kemudian dengan setengah berlari-lari, kami membeli tiket KRL Jurusan Jakarta Kota - Bogor seharga Rp 7000 dari Stasiun Gambir. Perjalanan KRL ini dipimpin oleh Ivonne Si Hantu Kereta alias Nenek Berambut Palsu (dulunya sih, sekarang udah gak berambut palsu lagi). Jadi siapa saja sih anggota rombongan ini? Tadi udah disebutin dua orang, kita ada 4 orang lagi, yaitu Mbok Des si Gadis Bali si Kamus Berjalan, Harto si Mr. High Man, Mbak Rika alias Mrs. Li Yeong Ojan dan Penulis alias Domci si Manusia Pocong. Sekitar 1 jam lebih, kami tiba di Stasiun Bogor dan langsung cari makan karena sudah kelaparan.



Wednesday, April 18, 2012

Inilah ke 83 Marga Keluarga Besar PARNA

Bagi masyarakat Bangso Batak dan para anthropolog/etnolog telah banyak mengkaji keberadaan marga-marga keturunan Raja Nai Ambaton yang teguh memegang amanat leluhurnya dalam membangun ikatan persaudaraan pada berbagai wilayah di Indonesia sampai ke luar negeri (desa na ualu). Warga Parna dalam berkomunikasi persaudaraan tidak memandang adanya sekat/batas, wilayah penyebaran sub etnis (puak), agama, sosial budaya, sosial ekonomi dan sosial politik. Kenyataan, sebegitu tahu dirinya bagian dari marga PARNA komunikasi akan terbangun secara spontanitas. Ini sudah menjadi kebiasaan dan berlangsung cukup lama, bukan satu abad saja. Telah teruji dalam sejarah perjuangan, zaman revolusi, termasuk dalam menegakkan kemerdekaan RI, demikian dituturkan para orang tua-tua pelaku perjuangan dari berbagai wilayah.

Begitu sakral ikatan kekerabatan (pertuturan) PARNA ini bagi individu yang sudah merasakannya. Banyak perantau mendapat pengayoman dari semarganya, ketika dia berada di daerah baru di seluruh wilayah Indonesia ia mendapatkan orang tua, walau orang tua kandungnya jauh nun di tanah Batak sana. Seorang putra Batak keturunan Raja Nai Ambaton diperantauan cukup menyebut tahu lingkup marga-marganya, itu sebagai modal berkomunikasi, bahwa ia anak, bapak dan kakek, atau cucu, termasuk boru (sepengambilan-berkawan).

Monday, March 19, 2012

Lowongan Kerja Pertamina EP Tahun 2012



Pertamina EP adalah perusahaan yang bergerak di sektor hulu Migas di Indonesia. Untuk mencapai visi perusahaan, Pertamina EP berupaya untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi yang lebih progresif dan terarah dengan standar keselamatan yang tinggi dan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pekerja yang handal secara kuantitas dan kualitas, Pertamina EP memberikan kesempatan kepada putra putri Indonesia untuk bergabung menjadi pekerja melalui Program Rekrutmen Pekerja Fresh Graduate, untuk ditempatkan di seluruh wilayah kerja Pertamina EP, dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut :

PERSYARATAN :
1. Lulus dari Perguruan Tinggi / Universitas / Institusi Pendidikan Negeri atau Swasta terakreditasi, dengan bidang studi sebagai berikut :

The 2012 Top 10 Law Schools in Indonesia (Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Tahun 2012)

Setelah Penulis merilis 10 Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Tahun 2011, ternyata ada banyak kritik, opini dan masukan yang membangun sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam melakukan pemeringkatan terhadap Fakultas Hukum di Indonesia. Pada pemeringkatan tahun 2011 yang lalu, poin terbesar Penulis berikan pada jumlah alumni yang mengisi di reputable law firm di Jakarta (baik sebagai associates maupun partners) karena menurut Penulis, law firm adalah satu-satunya badan usaha yang core bisnis-nya adalah memberikan layanan hukum (legal services) dan reputable law firm “hanya” meng-hire sarjana hukum dari kampus terbaik. Penilaian ini mendapat kritik keras dari pembaca. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, Penulis mulai memperbaiki metode pendekatan yang dilakukan dalam pemeringkatan.

Pada Tahun 2012 ini, Penulis menggunakan metode pendekatan melalui 3 aspek yaitu kualitas lulusan (graduate quality), kualitas fakultas (faculty quality) dan top of mind. Graduate Quality menduduki poin tertinggi yaitu 50% yang terdiri dari Elite Firm Hiring (20%) yaitu alumni yang dihire oleh reputable law firm di Jakarta, National Reach (10%) yaitu alumni yang menjadi tokoh nasional, Big Companies Hiring (10%), yaitu alumni yang dihire oleh perusahaan-perusahaan besar, Leand Faculty Hiring (10%), kemudian disusul Faculty Quality (30%) yang terdiri dari Fasilitas, Rasio Dosen dan Mahasiswa, Prestasi Mahasiswa, dan Manajemen Fakultas, dan terakhir adalah Top of Mind (TOM) masyarakat Indonesia (20%). Indeks TOM diukur Penulis berdasarkan google pages dengan menggunakan 3 (tiga) kata kunci (keywords).

Secara umum, dilihat dari output (lulusan), fakultas hukum ini dapat dibagi 3 jenis yaitu alumni yang bekerja mayoritas di law firm (UI, UNPAD, UNPAR, TRISAKTI), di korporat/perusahaan (UI, UNPAD, UNPAR, TRISAKTI, UGM, UNAIR, UNDIP), dan di lembaga negara (UI, UNHAS, UII, UNPAD, UGM, UNAIR, UNDIP). Tak perlu berlama-lama lagi, berikut ini adalah The 2012 Top 10 Law Schools in Indonesia alias 10 Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Tahun 2012, dengan catatan peringkat ini hanya berlaku bagi Program Sarjana (S1).