Thursday, April 26, 2012

10 Perusahaan Indonesia yang Masuk 2000 Korporasi Global


Sepuluh perusahaan di tanah Air menembus jajaran 2.000 perusahaan tercatat di bursa terbesar di dunia versi majalah Forbes, Global 2000. Sepuluh perusahaan itu terdiri atas enam badan usaha milik negara (BUMN) dan empat swasta. Perushaaan perbankan mendominasi dengan lima perusahaan.

Pemilihan kategori terbesar tersebut didasarkan pada aset, laba bersih hingga kapitalisasi pasar. Dalam laporan terbaru Global 2000 yang dirilis Forbes, Kamis (19/4) ini, pada 2011 pendapatan 2.000 perusahaan global itu mencapai US$ 36 triliun atau naik 12 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan dari sisi laba mencapai US$2,64 triliun (naik 11 persen) dan aset US$ 49 triliun naik 8 persen. “Total perusahaan tersebut terdiri dari 83 juta orang di seluruh dunia,” tulis Forbes.

Secara global, Exxon menempati urutan pertama sekaligus memperoleh predikat paling menguntungkan. Dengan laba tahunan pada 2011 mencapai US$ 41,1 miliar, Exxon menggeser JP Morgan Chase yang menempati urutan teratas tahun sebelumnya dengan laba US$ 19 miliar.

Di urutan ketiga hingga kesepuluh, berturut-turut adalah General Electric,Royal Dutch Shell, ICBC, HSBC Holding, PetroChina, Berkshire Hathaway, Wells Fargo,dan Petrobras.

Berikut adalah 10 perusahaan Indonesia tersebut.

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., adalah perusahaan asal Indonesia yang menembus urutan pertama dalam jajaran 2.000 perusahaan besar di dunia. Bank pelat merah ini menduduki di peringkat ke-479 dalam daftar Global 2000. BRI memperoleh US$ 5,9 miliar dengan laba bersih US$ 1,7 miliar. Aset di 2011 mencapai US$ 51,5 miliar dengan nilai pasar sekitar US$ 18,4 miliar.

2. PT Bank Mandiri Tbk., di peringkat ke-488.
Tahun lalu bank dengan aset terbesar di Indonesia ini membukukan pendapatan US$ 6 miliar dengan laba bersih US$ 1,3 miliar. Sedangkan asetnya mencapai US$ 60,4 miliar dengan kapitalisasi pasar US$ 17,6 miliar.

3. PT Bank Central Asia Tbk., di peringkat ke-700
Laba bersih bank swasta terbesar di Indonesia ini sepanjang 2011 sebesar Rp 10,2 triliun, atau naik 18 persen dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 8,37 triliun. Laba bersih BCA ditopang pendapatan bunga bersih yang tercatat sebesar Rp 16,87 triliun, naik 20 persen dari sebelumnya Rp 13,48 triliun pada akhir 2010.

4. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk., di urutan 726.
BUMN Telekomunikasi ini membukukan pendapatan sebesar Rp 71,3 triliun di tahun 2011 atau naik 3,8 persen jika dibandingkan dengan pendapatan 2010. Sementara laba bersih perseroan mencapai Rp12,10 triliun atau tumbuh 6,9% jika dibandingkan laba bersih tahun lalu.

5. PT Bank Negara Indonesia Tbk., di peringkat 969.
Bank pelat merah ini meraup laba bersih Rp 5,7 triliun di 2011 (unaudited). Laba ini tumbuh 28 persen dari perolehan laba di 2010 yang sebesar Rp 4,10 triliun.


6. PT Perusahaan Gas Negara Tbk., bercokol di peringkat ke-1.351.
Perusahaan pelat merah sektor infrastruktur migas ini mencatatkan laba bersih selama 2011 sebesar Rp 5,93 triliun. Laba bersih perusahaan ini menurun 5,2 persen dari perolehan laba bersih pada 2010 sebesar Rp 6,24 triliun. Turunnya laba bersih untuk periode 2011 ini disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha pada tahun lalu sebanyak 1,01 persen menjadi sebesar Rp 19,57 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 19,77 triliun

7. PT Gudang Garam Tbk., menduduki peringkat ke-1.399.
Sepanjang 2011 produsen rokok ini mencatatkan laba bersih senilai Rp 4,95 triliun atau tumbuh 17,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,21 triliun. Seiring kenaikan laba bersih, perseroan juga mencatatkan pendapatan senilai Rp 41,88 triliun atau naik 11,11 persen dibanding akhir 2010 sebesar Rp 37,69 triliun.


8. PT Bank Danamon Indonesia Tbk., berada di urutan ke-1.636.
Akhir Desember 2011, Danamon mencetak laba Rp 3,34 triliun atau tumbuh 16 persen.

9. PT Semen Gresik Tbk.,di peringkat ke-1.674.
Produsen semen ini mencatat pendapatan sebesar US$ 1,6 miliar dengan laba bersih US$ 400 juta. Asetnya tercatat US$ 1,7 miliar dan nilai pasar US$ 8,1 miliar.

10. PT Bumi Resources Tbk., masuk di urutan ke-1.898.
Perusahaan milik grup Bakrie ini di tahun 2011 mencatatkan laba bersih sebesar US$ 215,1 juta turun 19,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 266,1 juta. Pendapatan eksportir batu bara terbesar di Asia itu naik menjadi US$ 4 miliar dibandingkan sebelumnya yang sebesar US$ 2,93 miliar.

2 comments:

Otong said...

Perusahaan Minyak yang punya negara kita ga masuk ya pak??
Heheheheheee.

Kardoman Tumangger said...

Iya juga ya, mungkin belum memenuhi syarat karena kebanyakan kan sudah go public, sementara Pertamina belum go public..