Tuesday, April 24, 2012

Anti Mall Tour Part 1: Mencari Pesugihan demi Jodoh di Kota Bogor

What? Pesugihan? Hello..... ini abad ke-21 bung? Hari gene masih nyari pesugihan...
Begitulah kira-kira respon pembaca membaca judul tulisan kali ini (mungkin kali ye, hehehe).
Tapi bukan itu yang dikerjakan oleh kelompok Bimbingan Profesi Sarjana Legal Pertamina Tahun 2011 Lokasi OJT Jakarta pada Sabtu, 21 April 2012 yang lalu. Memang sih kita berangkat ke Kebun Raya Bogor (Bogor Botanical Garden) yang terletak di tengah kota Bogor, mencari pohon-pohon besar sambil mengucap: "jodoh..jodoh..ketemu jodoh..". Hahaha, kelompok desperado yang lagi galau sama jodoh (bagi pembaca yang tertarik, silahkan hubungi Penulis untuk arrange Blind date ya). Wkwkwkw, cacat....

Pose di depan Stasiun Bogor

Perjalanan kami awali dengan keterlambatan sekitar 1 jam dari rencana. Siapa lagi penyebabnya kalau bukan ketua perkumpulan cacat alias Ummi STC (Si Terlalu Cacat). Kemudian dengan setengah berlari-lari, kami membeli tiket KRL Jurusan Jakarta Kota - Bogor seharga Rp 7000 dari Stasiun Gambir. Perjalanan KRL ini dipimpin oleh Ivonne Si Hantu Kereta alias Nenek Berambut Palsu (dulunya sih, sekarang udah gak berambut palsu lagi). Jadi siapa saja sih anggota rombongan ini? Tadi udah disebutin dua orang, kita ada 4 orang lagi, yaitu Mbok Des si Gadis Bali si Kamus Berjalan, Harto si Mr. High Man, Mbak Rika alias Mrs. Li Yeong Ojan dan Penulis alias Domci si Manusia Pocong. Sekitar 1 jam lebih, kami tiba di Stasiun Bogor dan langsung cari makan karena sudah kelaparan.



Makanan apa yang kami cari? Pasti makanan khas Bogor. Yap, bener sekali. Kita mencari Tauge Goreng. Yup setelah muter-muter seputar Stasiun Bogor, akhirnya nemu tempat jual tauge goreng yang katanya recommended (siapa juga yang bilang ya). Sekitar 100 meter dari stasiun, kita menemukan tempatnya dan tanpa ragu lagi langsung memesan 5 porsi (Penulis tidak pesen, biar hemat, jadi ntar nyicip punya temen2 aja. Hehehe). Langsung ke TKP gan, cekidot...

Tauge Goreng, Makanan Khas Bogor
Setelah kenyang (sebenarnya rasanya kurang enak sih, tapi bagi yang kelaparan cukup mengenyangkanlah), kita pun mencegat angkot menuju Kebon Raya. Dari Stasiun ada 2 jenis angkot menuju Kebon Raya, Angkot No. 3 nanti berhenti di gerbang belakang dan Angkot No. 2 berhenti di gerbang depan dengan ongkos cuma Rp 2000,00.

Di dalam angkot kami bercerita dengan seorang Ibu tentang Kebon Raya dan Bogor. Sekitar 20 menit kemudian, kami tiba di Gerbang Belakang Kebon Raya Bogor dan langsung membayar tiket masuk seharga Rp 9.500,00.

Tiket Masuk Kebon Raya Bogor
Lokasi pertama yang kami kelilingi adalah taman dengan air mancur di pusat kebon. Penulisan yang benar sesuai EYD adalah kebun ya, bukan kebon. Udara segar serta kicauan burung langsung menyambut kehadiran kami disana.
Pokoknya sangat fresh..fresh..and fresh... Keluar dari sumpek dan semrawutnya Jakarta memang bikin jiwa berasa diiisi kembali. Istilah kerennya di-charge kembali (emang batere....). Tapi memang bener loh, Penulis pengen menghirup udara seger sebanyak-banyaknya lalu menyimpannya di paru-paru buat persediaan 1 minggu ke depan (emang bisa ya). Tapi memang itulah yang kami rasakan.

Rombongan di depan Air Mancur
Kemudian apalagi yang kami kerjakan? Target berikutnya adalah Orchidarium, semacam suatu lokasi khusus untuk berbagai macam jenis anggrek. Tapi tampaknya kami sangat kecewa. Koleksi anggrek yang ada jumlahnya sangat terbatas. Setelah berlelah-lelah di Kebon Anggrek, kami pun beristirahat di depan masjid sambil melihat anak2 LDK sedang pelantikan. Istirahat selesai, kumpulan anak2 cacat ini kemudian menuju jembatan merah, menyebrang, minum es krim dan kemudian menuju jembatan gantung.

Sehabis dari jembatan gantung, kami melanjutkan perjalan. Awalnya pengen melihat bunga bangkai, tapi sedang tidak berbunga. Meskipun kecewa, tapi apa boleh buat. Selanjutnya kami mendaki bukit (tentu saja dengan tangga), keluar di depan Istana Presiden, kemudian menyusuri jalanan dan akhirnya keluar di Gerbang Utama.

Istirahat sejenak, kami mencegat angkot No. 2 mencari makanan khas Bogor lainnya yang tidak kalah tenarnya dengan tauge goreng, yaitu Asinan. Tempat menjual asinan yang paling direkomendasikan adalah Asinan Sedap Gedung Dalam, Sukasari Bogor. Kalau makan di tempat dikenakan harga Rp 15.000,00/porsi sedangkan kalau dibungkus hanya Rp 14.000,00/porsi. Jenis asinan yang dijual juga macem2, ada asinan buah ada pula asinan sayur. Asinan Sedap Gedung Dalam memang benar-benar seger...

Rencana menikmati Jakarta dan sekitarnya dengan konsep anti-mall akan kami lanjutkan. Nanti Penulis akan bercerita di lain kesempatan, bagaimana menikmati ibu kota dengan konsep murah dan meriah tapi jangan sampai muntah.

5 comments:

Anonymous said...

Welldone Domi..
I'm so excited for the next "cacat" trip :p

-STC-boeboechacha-

Kardoman Tumangger said...

@ STC - Bubu Chacha: Ok, kita akan buat trip anti-mall selanjutnya. Saya sedang research tempat menarik lainnya..

Anonymous said...

Weeeh..mantap kali ini OJTers Kanpus!!
Kmrn pas gw di jkt ga ada acara" bginiaaaan.. :s
Takecare smua!! :*

-otongckp-

Kardoman Tumangger said...

@ Otong CKP: Iya, kemaren soalnya Wawan rumahnya jauh. Huhuhu, cepat pulang ke Jakarta. Kita buat trip khusus nanti. Hehehe..

Anonymous said...

wwwhuuuaa,,,


envy too much 4 u guys,,


misyudeep,,,
wetkiss from me,,
;)