Friday, April 01, 2011

Tour of Sunda Land Part 4: Tangkuban Parahu & Kawah Putih


Setelah lama udah gak ngeblog lagi karena males banget....!! Akhirnya aku mw menceritakan my last extreme journey yaitu mendaki Gunung Tangkuban Parahu (2084 mdpl) di daerah utara Bandung dan Gunung Patuha (2386 mdpl) di daerah Selatan Bandung. Petualangan gila ini tidak akan terjadi kalo bukan karena membantu teman dari Ceko, yaitu Mr. Jaromir Horejsi (Jeremy). Loh kok bisa kenal sama bule ini? Panjang ceritanya, jadi temen aku bernama Gilbert ikutan Ajou International Summer School di Suwon, South Korea beberapa tahun yang lalu. Terus punya kenalan sesama mahasiswa exchange yaitu si Jeremy. Terus beberapa bulan kemudian Jeremy ada internship di Singapore selama 6 bulan terus melanjutkan perjalanan keliling Indonesia (Sumatera, Jawa, Bali). Karena Gilbert sudah bekerja di salah satu bank BUMN, jadi sewaktu Jeremy ada, gw deh yang jadi tour guidenya.


Gw jemput Jeremy di Terminal Leuwi Panjang Bandung, terus naik angkot ke Kalapa. Dari Kalapa naik angkot lagi ke Dago, terus jalan kaki deh ke kosan di Dipati Ukur. Besoknya kita mulai petualangan ke Tangkuban Parahu. Kita naik angkot Caheum-Ciroyom, nyambung Caheum-Ledeng, nyambung Ledeng-Lembang, nyambung Lembang-Subang. wah, ribet banget ya? Iya dan ongkosnya juga jadi mahal. Lain kali, ke Stasiun Hall aja, terus naik elf Bandung-Subang, bayar cuma Rp 10.000 (menurut buku guide kami). Setelah dicheck ternyata, adanya dari terminal Ledeng. Dari manapun titik awal Anda, ambillah angkot yang menuju Terminal Ledeng. Dari sana naik Elf jurusan Bandung-Subang, ongkosnya cuma Rp 7.500,-



Sesampainya di kaki G. Tangkuban Parahu, kita mau lewat perkebunan teh terus dihadang sama orang tidak dikenal dan dipaksa bayar Rp 50.000 buat berdua dan dia anak jadi guide ke puncak. Jelas kita menolak, tapi dia mengancam akan melaporkan. Akhirnya kita melapor ke ticket booth dan tahu htm-nya berapa? Rp 50rb untuk wisatawan asing dan Rp 13rb untuk wisatawan nusantara. Akhirnya kami berpikir dan let's make our own way. Kami mendaki dari sisi yang berbeda dan akhirnya dengan perjuangan keras kita mencapai puncak G. Tangkuban Parahu.
<

Awalnya kita sempat nyasar ke puncak utama Tangkuban Parahu, pedahal tujuan kita adalah ke Kawah Ratu (Queen Crater) yang adalah kawah utama dan terbesar. Setelah berputar-putar sejenak kita menemukan sumber suara dari information centre dan bergerak menuju Kawah Ratu tsb.


Bagian terlama di puncak gunung kami pergunakan untuk membuat nama dari kumpulan batu yang sangat kerena: DOMAN. Pekerjaan membuat nama ini bukanlah pekerjaan mudah karena kita harus mengumpulkan batu dalam jumlah banyak agar dapat dilihat dari jarak jauh. Hasilnya? Awesome!!



Perjalanan tidak kalah serunya adalah ke Kawah Domas, yaitu kawah yang paling aktif dan kita bisa sentuh. Kawah ini terletak di lereng gunung sehingga disebut juga kawah parasit atau bukan kawah yang sesungguhnya. Aneh kan, ada kawah di lereng gunung. Coba cari tahu kenapa? Hahaha.



Kawah ini mengeluarkan sulfur mendidih yang sangat baik untuk kulit. Kardoman sendiri mencobanya dengan mencuci muka berkali-kali. Memang benar! Amazing!! Sampai seminggu kemudian, kulit mukaku tetap terasa lembut dan halus.. sedangkan Jeremy nekad untuk berenang di sulfur hangat tersebut. Haha, ada peristiwa lucu, kami bertemu dengan 3 orang Arab, hahaha, mereka aneh banget dah!!! Sambil hujan-hujanan akhirnya kami pulang melintasi hujan sambil berjalan kaki ke tempat semula kami mendaki gunung. SANGAT MELELAHKAN!! TAPI SERU BANGET!!


Esok harinya, pagi-pagi sekali kami sudah punya rencana kedua, yaitu Kawah Putih di puncak Gunung Patuha, daerah Ciwidey, Bandung Selatan. Ini adalah salah satu tempat yang sangat indah yang harus kamu kunjungi juga.

Perjanalan termudah dapat ditempuh dengan menaiki bis jurusan Bandung-Ciwidey dari terminal Leuwi Panjang dengan ongkos Rp 12.000. Dari Terminal Ciwidey ada berbagai pilihan transportasi. Jangan mau ditipu. Untuk lebih murah, kami menawar sebuah ojek. Hanya Rp 20.000 untuk berdua sampai ke Gerbang ticket booth Kawah Putih. lagi-lagi htm-nya sangat mahal, Rp 50rb untuk wisatawan asing dan Rp 15rb untuk wisatawan Nusantara. Selain itu kita harus menyewa ontang-anting (bener gak namanya yah) seharga Rp 50rb. OMG! Akhirnya kami putuskan, let's make our own way like yesterday. Hahaha..

Akhirnya setelah berjalan kaki sambil mendaki sejauh 5000m (5 km), sampailah kami ke Kawah Putih. Wow, sangat dingin dan sangat indah! Peringatannya sih paling lama 15 menit, tapi kami menghabiskan berjam-jam keliling kawah tersebut sambil foto-foto di semua spot yang bagus. Hehehe, narsis deh..
<
Setalah puas berphoto-photo lebih dari sejam, akhirnya merasa mual dan kelaparan karena belum makan siang. Hehehe, akhirnya permasalahan terbesar muncul, yaitu bagaimana cara pulang. What??? Jalan kaki lagi 5 km lagi? OMG!! Hehehe, lebay deh,,..


Tapi apa hendak dikata, memang kita tidak membawa kendaraan. Tapi kami punya rencana lain, akhirnya kami berencana menumpang mobil yang lewat. Setalah mobil ketiga, kami akhirnya diizinkan masuk dan membawa kami dengan nyaman ke Kota Bandung lagi. Terima kasih atas tumpangannya. Hehehe, bahkan kami diajak metik dan makan buah stroberi , wow. Baik sekali mereka...

2 comments:

Anonymous said...

aduh donghae...
postinganna narsis pisan
mau liat2 matkul dong

Kardoman Tumangger said...

Hahaha, namanya juga blog pribadi, wajar dong kalo narsis. Kalo mw liat kuliah, buka http://kardoman.wordpress.com