Wednesday, October 31, 2012

Bali – dalam 3 ½ hari + ½ hari (Part 2)

Sunday Service @ BDIC, Puja Mandala Complex, Nusa Dua

Bukit Doa International Church
Minggu, 21 Oktober 2012. Dengan sedikit malas, aku bangun dan mengajak rekan sekamarku sarapan di restoran. Hari ini sudah tidak ada kegiatan. Yang harus kulakukan adalah berangkat ibadah minggu dan menikmati Bali sampai sore hari nanti. Rencana awalnya bergereja di GII Denpasar bersama Indra, temanku dari Bandung yang bekerja di Denpasar, tidak dapat kulakukan. Selain butuh waktu ke Denpasar, aku juga harus membereskan beberapa hal lagi. 

Akhirnya kuputuskan mengikuti English Service di Bukit Doa International Church, Kompleks Puja Mandala, Nusa Dua atau sekitar 10 menit naik taksi dari Conrad. Kompleks Puja Mandala ini adalah kompleks peribadatan yang sangat lengkap. Ada 2 bangunan gereja (Katolik & Protestan), Pura, Klenteng, dan Masjid.
Parasailing @ Tanjung Benoa Beach
Setelah ibadah selesai, kami dijemput oleh teman kami dengan mobil yang telah dicharter. Di Bali, angkot sudah tidak ada, telah digantikan oleh Sarbagita (Trans Bali) dan motor/mobil yang dapat dicharter murah. Hal pertama yang akan kami lakukan dengan sisa ½ hari di Bali adalah watersport di tempat paling populer di Bali yaitu Pantai Tanjung Benoa. Water sport yang kami coba hanya parasailing, yaitu terbang menggunakan parasut yang ditarik oleh speed boat selama sekitar 3-4 menit. Harga yang harus dibayar untuk terbang dengan ketinggian sekitar 35-50 m diatas permukaan laut tersebut adalah Rp 100.000,-/orang, apabila rombongan (lebih dari 40 orang) dapat ditawar menjadi Rp 80.000,-/orang. Tidak perlu keahlian khusus untuk water sport ini, cukup dengan sedikit penjelasan khusus dari instruktor Anda dapat merasakan sensasi terbang di ketinggian. Tapi tetap harus hati-hati sebab apabila jatuh dari ketinggian tersebut akibatnya bisa fatal bahkan berujung pada kematian. Gak mau kan liburan berubah menjadi petaka. Hehehe..
Siap-Siap Parasailing @ Tanjung Benoa
Garuda Wisnu Kencana, Landmark Pariwisata Bali

Patung Dewa Wisnu
Salah satu rekan kami, Anggi, harus berangkat ke Bandara karena pesawatnya akan berangkat jam 2.30 WITA. Setelah kami mengantarkannya ke bandara, kami melanjutkan perjalanan selanjutnya ke Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Jalan Raya Uluwatu, Jimbaran, Badung. Untuk memasuki area ini, kita harus merogoh kocek Rp 30.000,-/orang. GWK adalah sebuah taman budaya dengan luas 240 ha di Bukit Peninsula, sekitar 15 menit dari Bandara Ngurah Rai.
GWK dibaktikan kepada Dewa Hindu yaitu Wisnu dan tunggangannya, Garuda, yaitu burung mistik yang menemaninya. Saat ini Patung Wisnu memiliki ketinggian 23 m (75,5 kaki) sekalipun rencana awalnya  adalah 146 m (479 kaki). Sayap Garuda akan merentang hingga 64 m. Apabila patung yang didesain oleh pematung modern Indonesia asal Bali, I Nyoman Nuarta, ini telah selesai, maka akan menjadi patung terbesar di dunia dimana ketinggiannya akan mengalahkan Patung Liberty di New York. Pembuatan patung ini sudah menghabiskan sekitar 4000 ton tembaga dan telah menghabiskan belasan milyar rupiah. Pembangunan patung ini tidak lepas dari kontroversi dan otoritas agama Hindu Bali mengeluhkan bahwa ukuran raksasa patung ini akan mengganggu keseimbangan spritual Bali dan bahwa sifatnya yang komersial tidak layak.
@ Plaza Garuda

Tanggal 20 Februari 2011, band metal dari Inggris, Iron Maiden, menggelar konser rock pertama di GWK dan dihadiri lebih dari 7000 fans. GWK juga akan menjadi tempat penyelenggaraan Miss World 2013 yang rencananya akan diselenggarakan pada September 2013.
Padang Padang Beach – Eat, Pray and Love
@ Padang Padang Beach

Teman saya, Ni Wayan Desi Aryanti, asli orang Bali, berpendapat bahwa, salah satu pantai paling indah di Bali adalah Padang Padang. Pantai ini merupakan salah satu pantai terbaik untuk peselancar professional.  Bahkan aktris ternama dunia, Julia Roberts, juga pernah syuting disini untuk film Eat, Pray and Love. Tersembunyi dari keramaian, untuk memasuki pantai ini, harus menempuh celah sempit diantara bebatuan. Setelah berjuang akhirnya kami dapat melihat hamparan pasir putih yang dibentengi oleh bebatuan. Sangat indah! Satu lagi, masuk kesini tidak dipungut biaya lho. Yang pasti, selama berkunjung, saya tidak melihat seorang pun pengunjung pantai ini yang adalah wisatawan nusantara. Semua yang ada disini adalah bule! Benar atau tidak, salah satu artikel di internet berkata, hanya Pantai Balangan yang dapat mengalahkan keindahan Pantai Padang Padang. Setelah mengambil beberapa foto, kami pun kembali menaiki bebatuan dan kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan.
@ Padang Padang Beach
Pura Luhur Uluwatu
Pura Luhur Uluwatu yaitu sebuah pura yang langsung menghadap ke laut dibangun sekitar abad ke-11 merupakan salah satu pura tertua dan menjadi salah satu dari enam pura terpenting “Sad Kahyangan” di Bali (bersama dengan Pura Besakih, tentunya). Terletak di bagian barat daya Pulau Bali, pura ini berfungsi untuk menjaga penduduk Bali dari roh jahat penguasa lautan. Aku, Ellice dan Febri merasa sangat luar biasa menikmati keindahan alam di pura ini. Ada semacam kedamaian yang dapat kita rasakan. Rasanya ingin berlama-lama disini merasakan terpaan angin laut yang sepoi-sepoi, tetapi waktu kami tidak cukup banyak. Disekitar pura terdapat hutan semak yang dipenuhi oleh ratusan ekor monyet. Beberapa diantaranya masuk ke lokasi pura dan kadang-kadang mengganggu pengunjung, namun pengunjung tidak boleh memukul monyet-monyet tersebut.
@ Pura Luhur Uluwatu

Dreamland Beach – Desa Pecatu
Perjalanan kami lanjutkan ke Pantai Dreamland di Desa Pecatu. Ini adalah salah satu pantai yang sangat populer di Bali, disamping pantai Kuta, Seminyak, Jimbaran, Legian dan Nusa Dua. Hanya saja karena kepopulerannya, pantai ini sangat ramai dikunjungi oleh dan mulai terlihat kurang bersih. Tak banyak yang dapat kami lakukan disini.
@ Dreamland Beach

Tegal Wangi Beach, Jimbaran

Sangat cocok untuk foto Pre-wedding
 
Memang Bali tidak berlebihan jikan disebut sebagai the Island of Gods atau Pulau Dewata. Keindahan setiap sisi pulau ini sudah menjadi legenda dan termasyur ke seluruh dunia. Dari waktu ke waktu, ada banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang selalu memenuhi Bali. Demikian selalu ada objek-objek wisata yang baru diperkenalkan yang belum banyak diketahui oleh wisatawan. Selalu ada kejutan di pulau ini. 

Salah satu pantai yang sangat indah namun tidak banyak dikunjungi wisatawan adalah Tegal Wangi di Jimbaran. Pantai ini tersembunyi di belakang Ayana Resort & Spa, salah satu hotel termewah dan termahal di Bali (disamping St. Regis, Four Seasons, Amankila, Viceroy dan Bvlgari). Untuk menempuh pantai indah ini, kita harus menuruni tebing (tentu saja tidak melewati Ayana) yang cukup menguras tenaga tetapi sangat layak untuk dicoba. Tegal Wangi sangat terkenal untuk pengambilan foto pre wedding dan sangat cocok dikunjungi pada saat sunset.




@ Tegal Wangi Beach, Jimbaran



No comments: